translate language

Tampilkan postingan dengan label islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label islami. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Agustus 2012

Adab Tidur dalam Islam dan Manfaatnya

Tidur adalah aktivitas sehari-hari manusia, sepertiga kehidupan manusia di isi oleh kegiatan ini. Saat tidur, tubuh kita juga memperbaiki sel-sel yang rusak dalam tubuh juga membuat pikiran kita menjadi lebih tenang. Kurang tidur dapat menyebabkan emosi yang tidak stabil, lelah, berkurangnya kemampuan berpikir.

fungsi tidur bagi manusia sangat banyak sebagaimana yang dikutip dari artikel pada harian tribun batam di bawah ini
Tidur Tingkatkan Kekebalan Tubuh

Mengonsumsi vitamin C dosis tinggi merupakan cara populer untuk meningkatkan daya tahan tubuh sekaligus menghindari penyakit flu. Padahal, memiliki waktu tidur yang cukup jauh lebih efektif. Sebuah studi teranyar yang dimuat dalam jurnal The Archives of Internal Medicine, menunjukkan kurang tidur dan rentan terjangkit flu berjalan beriringan. Para ahli bahkan berpendapat tidur cukup merupakan cara paling ampuh untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Dalam studi tersebut para peneliti mengamati 153 pria dan wanita selama dua minggu untuk mengetahui kualitas dan durasi tidur mereka. Lalu, selama 5 hari para responden tersebut dikarantina dan dipapar dengan virus flu.

Ternyata mereka yang tidur kurang dari 7 jam setiap malam 3 kali lebih rentan sakit dibanding dengan mereka yang jam tidurnya rata-rata 8 jam.

Tidur dan imunitas tubuh memang berkait erat. Penelitian menunjukkan mamalia membutuhkan waktu tidur lebih banyak untuk memproduksi sel darah putih pelawan penyakit.

Peneliti dari Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology juga menunjukkan, spesies yang tidur lebih banyak memiliki daya tahan lebih tinggi melawan patogen penyebab penyakit. “Spesies yang durasi tidurnya lebih banyak menunjukkan peningkatan sistem imun dan lebih terlindung dari penyakit,” kata peneliti. (kps)

Di dalam islam tidak ada satu aktivitaspun yang tidak di atur, yang tujuannya semata-mata untuk kebaikan manusia tersebut agar kita bisa menjadi manusia baik secara jasmani dan rohani untuk menjalankan fungsinya sebagai khalifah di dunia dan melaksanakan tugas di dunia yaitu untuk beribadah kepada allah swt. karena jikalau manusia itu tidak sehat karena tidurnya tidak teratur maka ibadahnya pun tidak akan bisa dilaksanakan secara optimal.
ADAB TIDUR

1. Tidak tidur terlalu malam setelah sholat isya kecuali dalam keadaan darurat seperti untuk mengulang (muroja’ah) ilmu atau adanya tamu atau menemani keluarga, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Barzah radhiyallahu ‘anhu “Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘allaihi wasallam membenci tidur malam sebelum (sholat Isya) dan berbincang-bincang (yang tidak bermanfaat) setelahnya.” [Hadist Riwayat Al-Bukhari No. 568 dan Muslim No. 647 (235)]
2. Hendaknya tidur dalam keadaan sudah berwudhu, sebagaimana hadits: “Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhumu untuk melakukan sholat.” (HR. Al-Bukhari No. 247 dan Muslim No. 2710)
3. Hendaknya mendahulukan posisi tidur di atas sisi sebelah kanan (rusuk kanan sebagai tumpuan) dan berbantal dengan tangan kanan, tidak mengapa apabila setelahnya berubah posisinya di atas sisi kiri (rusuk kiri sebagai tumpuan). Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah: “Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.” (HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710) “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila tidur meletakkan tangan kanannya di bawah pipi kanannya.” (HR. Abu Dawud no. 5045, At Tirmidzi No. 3395, Ibnu Majah No. 3877 dan Ibnu Hibban No. 2350)
4. Tidak dibenarkan telungkup dengan posisi perut sebagai tumpuannya baik ketika tidur malam atau pun tidur siang. “Sesungguhnya (posisi tidur tengkurap) itu adalah posisi tidur yang dimurkai Allah Azza Wa Jalla.” (HR. Abu Dawud dengan sanad yang shohih)
5. Membaca ayat-ayat Al-Qur’an, antara lain: a) Membaca ayat kursi. b) Membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqoroh. c) Mengatupkan dua telapak tangan lalu ditiup dan dibacakan surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas kemudian dengan dua telapak tangan mengusap dua bagian tubuh yang dapat dijangkau dengannya dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan, hal ini diulangi sebanyak 3 kali (HR. Al-Bukhari dalam Fathul Bari XI/277 No. 4439, 5016 (cet. Daar Abi Hayan) Muslim No. 2192, Abu Dawud No. 3902, At-Tirmidzi)
6. Hendaknya mengakhiri berbagai doa tidur dengan doa berikut: “Bismikarabbii wa dho’tu jambii wa bika arfa’uhu in amsakta nafsii farhamhaa wa in arsaltahaa fahfazhhaa bimaa tahfazha bihi ‘ibaadakasshaalihiin.” “Dengan Nama-Mu, ya Rabb-ku, aku meletakkan lambungku. Dan dengan Nama-Mu pula aku bangun daripadanya. Apabila Engkau menahan rohku (mati), maka berilah rahmat padanya. Tapi apabila Engkau melepaskannya, maka peliharalah, sebagaimana Engkau memelihara hamba-hamba-Mu yang shalih.” (HR. Al-Bukhari No. 6320, Muslim No. 2714, Abu Dawud No. 5050 dan At-Tirmidzi No. 3401)
7. Disunnahkan apabila hendak membalikkan tubuh (dari satu sisi ke sisi yang lain) ketika tidur malam untuk mengucapkan doa “laa ilaha illallahu waahidulqahhaaru rabbussamaawaati wal ardhi wa maa baynahumaa ‘aziizulghaffaru.” “Tidak ada Illah yang berhak diibadahi kecuali Alloh yang Maha Esa, Maha Perkasa, Rabb yang menguasai langit dan bumi serta apa yang ada diantara keduanya, Yang Maha Mulia lagi Maha Pengampun.” (HR. Al-Hakim I/540 disepakati dan dishohihkan oleh Imam adz-Dzahabi)
8. Apabila merasa gelisah, risau, merasa takut ketika tidur malam atau merasa kesepian maka dianjurkan sekali baginya untuk berdoa sebagai berikut: “A’udzu bikalimaatillahi attammati min ghadhabihi wa ‘iqaabihi wa syarri ‘ibaadihi wa min hamazaatisysyayaathiin wa ayyahdhuruun.” “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari murka-Nya, siksa-Nya, dari kejahatan hamba-hamba-Nya, dari godaan para syaitan dan dari kedatangan mereka kepadaku.” (HR. Abu Dawud No. 3893, At-Tirmidzi No. 3528 dan lainnya)
9. Memakai celak mata ketika hendak tidur, berdasarkan hadits Ibnu Umar: “Bahwasanya Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam senantiasa memakai celak dengan batu celak setiap malam sebelum beliau hendak tidur malam, beliau sholallahu ‘alaihi wassalam memakai celak pada kedua matanya sebanyak 3 kali goresan.” (HR. Ibnu Majah No. 3497)
10. Hendaknya mengibaskan tempat tidur (membersihkan tempat tidur dari kotoran) ketika hendak tidur. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “Jika salah seorang di antara kalian akan tidur, hendaklah mengambil potongan kain dan mengibaskan tempat tidurnya dengan kain tersebut sambil mengucapkan ‘bismillah’, karena ia tidak tahu apa yang terjadi sepeninggalnya tadi.” (HR. Al Bukhari No. 6320, Muslim No. 2714, At-Tirmidzi No. 3401 dan Abu Dawud No. 5050)
11. Jika sudah bangun tidur hendaknya membaca do’a sebelum berdiri dari tempat pembaringan, yaitu: “Alhamdulillahilladzii ahyaanaa ba’damaa amaatanaa wa ilayhinnusyuur.” “Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah ditidurkan-Nya dan kepada-Nya kami dibangkitkan.” (HR. Al-Bukhari No. 6312 dan Muslim No. 2711)
12. Hendaknya menyucikan hati dari setiap dengki yang (mungkin timbul) pada saudaranya sesama muslim dan membersihkan dada dari kemarahannya kepada manusia lainnya.
13. Hendaknya senantiasa menghisab (mengevaluasi) diri dan melihat (merenungkan) kembali amalan-amalan dan perkataan-perkataan yang pernah diucapkan.
14. Hendaknya segera bertaubat dari seluruh dosa yang dilakukan dan memohon ampun kepada Alloh dari setiap dosa yang dilakukan pada hari itu.
15. Setelah bangun tidur, disunnahkan mengusap bekas tidur yang ada di wajah maupun tangan “Maka bangunlah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari tidurnya kemudian duduk sambil mengusap wajah dengan tangannya.” [HR. Muslim No. 763 (182)]
16. Bersiwak. “Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bangun malam membersihkan mulutnya dengan bersiwak.” (HR. Al Bukhari No. 245 dan Muslim No. 255)
17. Beristinsyaq dan beristintsaar (menghirup kemudian mengeluarkan atau menyemburkan air dari hidung). “Apabila salah seorang di antara kalian bangun dari tidurnya, maka beristintsaarlah tiga kali karena sesunggguhnya syaitan bermalam di rongga hidungnya.” (HR. Bukhari No. 3295 dan Muslim No. 238)
18. Mencuci kedua tangan tiga kali, berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “Apabila salah seorang di antara kamu bangun tidur, janganlah ia memasukkan tangannya ke dalam bejana, sebelum ia mencucinya tiga kali.” (HR. Al-Bukhari No. 162 dan Muslim No.278)
19. Anak laki-laki dan perempuan hendaknya dipisahkan tempat tidurnya setelah berumur 6 tahun. (HR. Abu Daud, At-Tirmidzi)
20. Tidak diperbolehkan tidur hanya dengan memakai selimut, tanpa memakai busana apa-apa. (HR. Muslim)
21. Jika bermimpi buruk, jangan sekali-kali menceritakannya pada siapapun kemudian meludah ke kiri tiga kali (diriwayatkan Muslim IV/1772), dan memohon perlindungan kepada Alloh dari godaan syaitan yang terkutuk dan dari keburukan mimpi yang dilihat. (Itu dilakukan sebanyak tiga kali) (diriwayatkan Muslim IV/1772-1773). Hendaknya berpindah posisi tidurnya dari sisi sebelumnya. (diriwayatkan Muslim IV/1773). Atau bangun dan shalat bila mau. (diriwayatkan Muslim IV/1773).
22. Tidak diperbolehkan bagi laki-laki tidur berdua (begitu juga wanita) dalam satu selimut. (HR. Muslim)

SALAH SATU HIKMAH DARI ADAB TIDUR

* Tidur Menghadap ke Kanan *

Hendaknya mendahulukan posisi tidur di atas sisi sebelah kanan (rusuk kanan sebagai tumpuan) dan berbantal dengan tangan kanan, tidak mengapa apabila setelahnya berubah posisinya di atas sisi kiri (rusuk kiri sebagai tumpuan). Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah: “Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.” (HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710)

Berikut Manfaat Tidur Menghadap Ke Sebelah Kanan menurut Penjelasan Medis

1. Mengistirahatkan otak sebelah kiri
Secara anatomis, otak manusia terbagi menjadi dua bagian kanan dan kiri. Bagian kanan adalah otak yang mempersarafi organ tubuh sebelah kiri dan sebaliknya. Umumnya kita menggunakan organ tubuh bagian kanan sebagai anggota tubuh yang dominan dalam beraktifitas seperti makan, memegang dan lainnya. Dengan tidur pada posisi sebelah kanan, maka otak bagian kiri yang mempersarafi segala aktiftas organ tubuh bagian kanan akan terhindar dari bahaya yang timbul akibat sirkulasi yang melambat saat tidur/diam. Bahaya tersebut meliputi pengendapan bekuan darah, lemak , asam sisa oksidasi, dan peningkatan kecepatan atherosclerosis atau penyempitan pembuluh darah. Sehingga jika seseorang beresiko terkena stroke, maka yang beresiko adalah otak bagian kanan, dengan akibat kelumpuhan pada sebelah kiri (bagian yang tidak dominan).

2. Mengurangi beban jantung.
Posisi tidur kesebelah kanan yang rata memungkinkan cairan tubuh (darah) terdistribusi merata dan terkonsentrasi di sebelah kanan ( bawah ). Hal ini akan menyebabkan beban aliran darah yang masuk dan keluar jantung lebih rendah. Dampak posisi ini adalah denyut jantung menjadi lebih lambat, tekanan darah juga akan menurun. Kondisi ini akan membantu kualitas tidur.

Tidur miring ke kanan membuat jantung tidak tertimpa organ lainnya. Hal ini disebabkan karena posisi jantung yang lebih condong berada di sebelah kiri. Tidur bertumpu pada sisi kiri menyebabkan curah jantung yang berlebihan, karena darah yang masuk ke atrium juga banyak yang disebabkan karena paru-paru kanan berada di atas. Sedangkan paru-paru kanan mendapatkan pasokan darah yang lebih banyak dari paru-paru kiri.

3. Mengistirahatkan lambung.
Lambung manusia berbentuk seperti tabung berbentuk koma dengan ujung katup keluaran menuju usus menghadap kearah kanan bawah. Jika seorang tidur kesebelah kiri maka proses pengeluaran chime ( makanan yang telah dicerna oleh lambung dan bercampur asam lambung ) akan sedikit terganggu, hal ini akan memperlambat proses pengosongan lambung. Hambatan ini pada akhirnya akan meningkatkan akumulasi asam yang akan menyebabkan erosi dinding lambung. Posisi ini juga akan menyebabkan cairan usus yang bersifat basa bias masuk balik menuju lambung dengan akibat erosi dinding lambung dekat pylorus.

4. Meningkatkan pengosongan kandung empedu, pankreas.
Adanya aliran chime yang lancar akan menyebabkan keluaran cairan empedu juga meningkat, hal ini akan mencegah pembentukan batu kandung empedu. Keluaran getah pancreas juga akan meningkat dengan posisi mirin ke kanan.

5. Meningkatkan waktu penyerapan zat gizi.
Saat tidur pergerakan usus menigkat. Dengan posisi sebelah kanan, maka perjalanan makann yang telah tercerna dan siap di serap akan menjadi lebih lama, hal ini disebabkan posisi usus halus hingga usus besar ada dibawah. Waktu yang lamam selamat tidur memungkinkan penyerapan bias optimal.

6. Merangsang buang air besar (BAB)
Dengan mtidur miring ke sebelah kanan , proses pengisian usus besar sigmoid ( sebelum anus ) akan lebih cepat penuh, jika sudah penuh akan merangsang gerak usus besar diikuti relaksasi dari otot anus sehingga mudah buang air Besar.

7. Mengisitirahatkan kaki kiri
Pada orang dengan pergerakan kanan, secara ergonomis guna menyeimbangkan posisi saat beraktifitas cenderung menggunakan kaki kiri sebagai pusat pembebanan. Sehingga kaki kiri biasanya cenderung lebih merasa pegal dari kanan, apalgi kaki posisi paling bawah dimana aliran darah balik cenderung lebih lambat. Jika tidur miring kanan , maka pengosongan vena kaki kiri akan lebih cepat sehingga rasa pegal lebih cepat hilang.

8. Menjaga kesehatan paru-paru
Paru-paru kiri lebih kecil dibandingkan dengan paru-paru kanan. Jika tidur miring ke sebelah kanan, jantung akan condong ke sebelah kanan. Hal ini tidak menjadi masalah karena paru-paru kanan lebih besar. Lain halnya jika bertumpu pada sebelah kiri, jantung akan menekan paru-paru kiri yang berukuran kecil, tentu ini sangat tidak baik.

9. Menjaga saluran pernafasan
Tidur miring mencegah jatuhnya lidah ke pangkal yang dapat mengganggu saluran pernafasan. Tidur dengan posisi telentang, mengakibatkan saluran pernafasan terhalang oleh lidah. Yang juga mengakibatkan seseorang mendengkur. Orang yang mendengkur saat tidur menyebabkan tubuh kekurangan oksigen. Bahkan terkadang dapat mengakibatkan terhentinya nafas untuk beberapa detik yang akan membangunkannya dari tidur. Orang tersebut biasanya akan bangun dengan keadaan pusing karena kurangnya oksigen yang masuk ke otak. Tentunya ini sangat mengganggu kualitas tidur.

Sungguh sangat sombong manusia apabila manusia tidak mentaati tuhannya yang maha hidup lagi terus menerus dan tidak tertimpa rasa kantuk dan juga tidur. sedangkan manusia hanyalah mahluk lemah yang apabila satu kegiatan ditinggalkan (seperti tidur yang kelihatannya sepele) ternyata dapat mengakibatkan dampak buruk bagi manusia itu sendiri sampai berujung kepada kematian… maka benarlah allah dan sangat tepatlah bahwa hanya Allah lah satu-satu dzat yang maha hidup dan qoyyum yang tidak pernah terkena rasa kantuk dan tidak pernah tidur.

Wallahu'alam Bishowab
Sumber : www.kucinta-Allah.blogspot.com

Senin, 03 Oktober 2011

Kajian ArRaudah Ramadhan 1432 H - Kajian ArRaudah Ramadhan 1432 H

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wa barokatuh

Alhamdulillahirobbil 'alamin wabihi nasta'inu 'ala umurid dunya waddin wa sholatu wassalamu 'ala asyrofil anbiya' wal mursalin sayyidina Muhammadin khotamanNabiyyin wa 'ala alihi wa shohbihi wasallim, robbisyrohli sodri wayassirli amri wahlul uqdatammillisani yafqohu qouli, amma ba'du

Syukur Alhamdulillah kita semua sampai saat ini masih dikaruniakan nikmat, terutama nikmat iman dan islam, nikmat kesehatan dan nikmat yang lainnya.

Berikut ini saya lampirkan kumpulan kajian Ramadhon kitab ArBa'in Nawawi bersama Al Habib Novel bin Muhammad Alaydrus, untuk mendownloadnya silahkan kunjungi alamat berikut

1.http://www.4shared.com/audio/hkTcgz7g/Kajian_Ramadhan_Ke_-_01.html
2.http://www.4shared.com/audio/BXtLJaA-/Kajian_Ramadhan_Ke_-_02.html
3.http://www.4shared.com/audio/6cTDYZYX/Kajian_Ramadhan_Ke_-_03.html
4.http://www.4shared.com/audio/7h9b5JOZ/Kajian_Ramadhan_Ke_-_04.html
5.http://www.4shared.com/audio/ulpUi3rN/Kajian_Ramadhan_Ke_-_05.html
6.http://www.4shared.com/audio/BiwsnGO4/Kajian_Ramadhan_Ke_-_06.html
7.http://www.4shared.com/audio/NHomhWX2/Kajian_Ramadhan_Ke_-_07.html
8.http://www.4shared.com/audio/h40rAHSl/Kajian_Ramadhan_Ke_-_08.html
9.http://www.4shared.com/audio/wrJmBJ4R/Kajian_Ramadhan_Ke_-_09.html
10.http://www.4shared.com/audio/EORc36XI/Kajian_Ramadhan_Ke_-_10.html
11.http://www.4shared.com/audio/q6glnlbO/Kajian_Ramadhan_Ke_-_11.html
12.http://www.4shared.com/audio/vmzGnyf4/Kajian_Ramadhan_Ke_-_12.html
13.http://www.4shared.com/audio/jzdFqa94/Kajian_Ramadhan_Ke_-_13.html
14.http://www.4shared.com/audio/FDGkt3NP/Kajian_Ramadhan_Ke_-_14.html
15.http://www.4shared.com/audio/WEpwt7cP/Kajian_Ramadhan_Ke_-_15.html
16.http://www.4shared.com/audio/Rf5nalFK/Kajian_Ramadhan_Ke_-_16.html
17.http://www.4shared.com/audio/UtMUQxSU/Kajian_Ramadhan_Ke_-_17.html
18.http://www.4shared.com/audio/Ujk7Gvpm/Kajian_Ramadhan_Ke_-_18.html

atau klik disini

Semoga bermanfaat bagi kita semua, amiiiin

Kamis, 11 Agustus 2011




Sholli wasallim daa iman alah mada
Sholli wasallim daa iman alah mada
Wal ali wal ashaa biman qod wah hada
Wal ali wal ashaa biman qod wah hada

**************************************
**************************************

Eman lo wong Islam, ninggal Sholat wengi
Sak ben dalu turu, ora gelem tangi
Sholat wengi ngono, disenengi Gusti
Sopo gelem nyuwun, pasti di paringi



Sholat limang waktu, ayo podo njogo
Jama’ah nang masjid, bareng sak kluwargo
Ganjarane slawe, celengan suwargo
Malah biso dadi, pitu likur ugo

Yen Sholat kesusu, ora biso pernah
Rukuk lan sujude, ditoto sing genah
Sing khusyu’ lan khudhur, ugo tumakninah
Ngerteni sing wajib, lan ngerti sing sunah

Yen rumongso sugih, itungen donyone
Bagiane Zakat, ojo dilalekne
Dulur karo tonggo, sing podo miskine
kabeh podo nunggu, zakat bagiane

Yen karo tonggone, Sing apik atine
Yen kahanan longgar, mikiro butuhe
Sajak perlu utang, enggal di peringne
Nanging ojo nganti, njaluk anak ane

Ayo do ngurangi, nonton televisi
Timbang nonton TV, luweh becik ngaji
“Ahbaabul Musthofa” wadah kanggo ngaji
Kumpul poro Habaib lan poro Kyai

Eman lo wong ngaji, campur lanang wadon
Campur lanang wadon, lamun dudu mahrom
Biso biso malah, nglakoni sing harom
Ilmu gak manfa’at, rusak malah klakon

Lanang karo wadon, manggon sepi sepi
Nyanding senggal senggol koyok kebo sapi
Ngunu kuwi duso, nurut poro nabi
Ojo di terusno, yen durung di rabi

Minggu, 05 Juni 2011

MENGAIL REZEKI


Dalam sehari umat islam membaca surat Al fatihah minimum sehari 17 hari. dalam surat ini terdapat tata cara dan sopan santun untuk memohon kapada Allah, coba perhatikan :

"Dengan menyebut nama ALLAH yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang,"
"Segala puji bagi ALLAh, Tuhan semesta alam,"
"Maha Pemurah lagi Maha Penyayang,"
"Menguasai hari pembalasan,"
"hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada-Mu lah kami memohon pertolongan,"
"Tunjukilah kami jalan yang lurus,"
"Jalan orang-orang yang Engkau anugerahi nikmat, bukan jalan mereka yang dimurkai,dan buka pula jalan mereka yang sesat."

( QS 1:1-7 )

Perhatikan bahwa surat itu dimulai dengan basmalah, lalu pujian-pujian, pernyataan tentang kebesaran ALLAH. ( dan kerendahan diri ),pernyataan akan mengabdi, setelah itu baru mengutarakan permohonan.

Memang begitulah yang harus dilakukan oleh seorang hamba : memberi dahulu , baru mengutarakan permintaan, bekerja dahulu baru kemudian gajian.

Perhatikan petani, sebelum memanen ia harus menanam benih dahulu, Perhatikan nelayan, sebelum memancing ikan, ia harus memberi umpan terlebih dahulu.

Ketika Siti Maryam baru melaihrkan Isa 'alaihissalam dan masih lemah, ia diperinntahkan oleh Allah untuk mengoyankan batang pohon kurma. Lalu berjatuhanlah kurma dari pohon. Tubuh yang lemah mustahil bisa meggetarkan baatang pohon yang besar. Namun demikianlah kehendak Allah, ia harus berusaha, dan Allah yang memberikan hasilnya.

Kalau setiap hari kita memeras otak untuk mendapatkan ini....mendapatkan itu...memperoleh ini....memperoleh itu...merebut ini... merebut itu...,maka kita akan merasa letih di badan dan pikiran, dan kita bisa terlibat dalam berbagai keruetan dan persoalan dengan orang laen. Namun kalau kita selalu berpikir untuk memberi ini...memberi itu...menghadiahkan ini...menghadiahkan itu...meminjamkan ini...meminjamkan itu...mengikhlaskan ini...mengikhlaskan itu..., maka besar harapan kita akan mendapatkan berbagai hal, dan menjalani hidup dengan senang dan mudah.

Catatan:
Urusan kita besar atau kecil, mudah atau sulit, bagi Allah sama saja, kalau Ia berkehendak untuk mengabulkna permintaan kita, maka akan terjadi. Tugas kita adalah berusaha, sukses atau gagal adalah urusan Allah. kita sama sekali tidak berhak mengatur dan tidak kuasa untuk menentukan hasilnya.

Kalau ingin mempunyai uang banyak, maka berikan sebagian uang anda kepada yang memerlukan. Bagaimana kalau kita sendiri dalam kesulitan keuangan? keluarkanlah sedikit dari yang sedikit itu!

Mutiara Qur''an, yang artinya :
"Dan apa saja harta yang baik yang kalian nafkahkan (dijalan Allah),maka balasannya adalah untuk kalian sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhoan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kalian nafkahkan, niscaya kalian akan diberi balasan dengan cukup, sedang kalian sedikitpun tidak akan di zalimi." (QS 2:272)

"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik diwaktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan." (QS 3:133-134)

Mutiara hadist, yang artinya:

"Tak akan berkurang harta apabila disedekahkan." (HR Tirmizi dan Ahmad)

"Allah tabaraka wata'ala mewahyukan (dalam hadist kudsi) : "Hai anak adam, nafkahkanlah (hartamu),(nanti) Aku akan memberimu nafkah." (HR Muslim, dan Bukhori meriwayatkan sedikit berbeda)

Wallahu a'lam
disadur dari buku Bahagia Dunia-Akhirat lil Habib Husein Anis Habsyi

Kamis, 14 April 2011

Watak dasar Manusia

Pada umumnya manusia senang diperlakukan dengan baik, dan senang juga berbuat kebajikan. Oleh karena itu dikalangan bangsa manusia, kebajikan itu bersifat menular. Setiap orang senang mendengar berita orang-orang yang berbuat baik. dan berita itu sering membuat orang lain menaruh hormat,mencintai dan rindu ingin bertemu meskipun ia tidak mengenal mereka.



Setiap perokok pasti menginginkan untuk berhenti suatu saat nanti.Setiap pemabuk pasti pernah mengidamkan untuk menjauhi minuman memabukkan. Setiap penjudi yang menyadari hartanya sedikit demi sedikit ludes biasanya mengangankan kemenangan besar untuk kemudian berhenti. Kebanyakan perampok menyembunyikan perbuatannya dari keluarganya. ia tak mau perbuatannya itu di contoh oleh anaknya. Dan banyak diantara mereka membantu dan bersikap dermawan pada masyarakat di lingkungannya.



Kebajikan yang dibangun dalam diri manusia ini memang perlu dirawat agar mengakar kuat dan tumbuh kokoh. Ajaran agama, keluarga yang saleh dan pergaulan yang baik akan membantu perawatan tersebut. Tanpa itu kebajikan akan dengan mudah ditundukkan oleh perasaan iri hati, rayuan setan, desakan hawa nafsu dan godaan dunia.



Di zaman Nabi Shollallahu 'alaihi wasallam, ada seorang pemuda yang ingin meninggalkan semua maksiat tapi masih belum bisa. Lalu ia mendatangi Nabi Shollallahu 'alaihi wasallam.

"Ya Rasulullah, izinkanlah aku untuk berzina," kata si pemuda.

Para sahabat datang dan mengejeknya dengan kata yang menyakitkan hati, namun Nabi Shollallahu 'alaihi wasallam berkata: "Mendekatlah"

Pemuda itu mendekat

"Duduklah" kata Beliau

Ia pun duduk.

"Apakah engkau suka ibumu berzina?"

"Tidak, demi Allah yang menjadikan aku sebagai tebusannya."

"Demikian pula orang -orang lain, mereka tidak menginginkan hal itu terjadi pada ibu mereka," kata Beliau.

"Sukakah engkau jika anakmu berzina?"

"Tidak, demi Allah yang menjadikan aku sebagai tebusannya."

"Demikian pula orang -orang lain, mereka tidak menginginkan hal itu terjadi pada anak mereka," jelas Beliau.

"Sukakah engkau jika saudara perempuanmu berzina?"

"Tidak, demi Allah yang menjadikan aku sebagai tebusannya."

"Demikian pula orang -orang lain, mereka tidak menginginkan hal itu terjadi pada saudara perempuan mereka," jelas Beliau.

"Sukakah engkau jika bibimu berzina?"

"Tidak, demi Allah yang menjadikan aku sebagai tebusannya."

"Demikian pula orang -orang lain, mereka tidak menginginkan hal itu terjadi pada bibi mereka," jelas Beliau.

Beliau lalu meletakkan tangan ditubuh pemuda itu mendoakannya: "Ya ALLAH ampunilah dosanya, sucikanlah hatinya, dan jagalah kemaluannya."

Sejak saat itu si pemuda tidak tergoda lagi untuk berzina ( HR Ahmad )

sumber : buku BAHAGIA DUNIA AKHIRAT
oleh Habib Husein Ali AlHabsyi

Selasa, 14 Juli 2009

Menyambut 10 Muharrom Hari Asyura


Artikel ini, dengan sedikit perubahan redaksi disadur dari risalah almarhum Habib Alwi ibn Ahmad Alaydrus yang dibagikan ke segenap santrinya di Majlis Ta’lim al Islamiy menjelang 10 Muharram 1413 H. Semasa hidupnya Habib Alwi menjadi ulama panutan di kota Malang, Rais Syuriah NU Kota Malang dan kemudian Mustasyar NU hingga beliau wafat. Habib Alwi termasuk ulama yang paling berjasa dalam upaya menghilangkan sekat antara ulama pribumi dan habaib di kota Malang. Secara periodik al Habib menyelenggarakan musyawarah kitab dengan para Kyai di kediamannya. Hingga tidak ada seorang Kyaipun di Kota Malang yang tidak pernah bersentuhan silaturahim dengan beliau. Bersama beliau, semua ulama guyub dalam ke-NU-an. Ketika majalah dakwah belum semarak seperti sekarang ini, pada momen-momen keislaman, beliau membuat selebaran, himbauan, anjuran, peringatan dan hadiah ijazah doa ke segenap lapisan masyarakat di kota Malang.
السلامُ عَلَيْكُمْ وَرحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الحَمْدُ للهِ الَّذِى هَدَانَا إِلَى دِيْنِهِ القَوِيْمِ. وَسَلَكَ بِنَا سَبِيْلَهُ المُسْتَقِيْمِ . وَلاَ حَولاَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ العَلِيِّ العَظِيْمِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ أَحْكِمُ الحَاكِمِيْنَ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.المَبْعُوثُ رَحْمَةً للعَالَميْنَ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالمُرْسَلِيْنَ سَيِّدٍنَا وَمَولاَنَا وَحَبِيْبِنَا وَقُرَّةً أَعْيُنِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

Alhamdulillah dengan segala pertolongan Allah swt. serta hidayat dan taufiqnya kita saat ini berada pada bulan Muharram yang di dalamnya terdapat tanggal 10 yang terkenal dengan sebutan malam Asyura dan besok harinya hari Asyura .

Semua bulan pasti ada tanggal sepuluhnya, akan tetapi tidak disebut Asyura kecuali tanggal 10 Muharram. Tanggal 10 Muharram disebut Asyura karena memiliki sejarah khusus. Pada masa Rasul-Rasul terdahulu, banyak diantara mereka mendapat kemenangan dan keselamatan dari gangguan penentang-penentang dan musuh-musuh mereka, tepat pada tanggal 10 Muharram (hari Asyura), termasuk Nabi Nuh as. Umatnya yang ingkar, kufur dan syirik dihancurkan serta dibinasakan oleh Allah swt, dengan banjir topan selama enam bulan lamanya. Setelah banjir surut, kemudian Nabi Nuh as dan pengikut-pengikutnya berjumlah kurang lebih 80 orang turun dari kapal dengan aman serta selamat tepat pada tanggal 10 Muharram. Begitu juga Nabi Ibrahim as. keluar dengan selamat dari api unggun yang dinyalakan Raja Namrud untuk membakarnya, tepat pada tanggal 10 Muharram. Allah telah memerintahkan api unggun itu untuk menjadi dingin sehingga nabi Ibrahim tidak terluka sedikitpun. Allah berfirman
قُلْنَا يَا نَارُ كُونِى بَردًا وَسَلاَمًا عَلَى إِبْرَاهِيْمَ.

Kami telah berfirman, "Wahai api jadilah dingin dan selamat atas Ibrahim." (QS: Al Anbiya 69).

Nabi Musa dan ummatnya mendapat kemenangan dan keselamatan dari Allah swt. dengan hancurnya Fir’aun beserta bala tentaranya yang ditenggelamkan Allah di lautan tepat pada 10 Muharram. Karena itu setiap 10 Muharram Nabi Musa berpuasa dengan menghaturkan syukur kepada Allah swt.

Dari kisah-kisah di atas, jelaslah bagi kita bagaimana keistimewaan hari Asyura itu. Pada hari itu pula Allah menerima taubat suatu kaum pada umat terdahulu dan Allah akan tetap menerima taubat kaum-kaum setelahnya pada hari Asyura , sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh al Imam at Tirmidzi dari al Imam Ali ibn Abi Tholib ra.:
جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِى صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَأَلَ : أَيُّ شَهْرٍ تَأْمُرُنِى أَنْ تَصُومَ بَعْدَ رَمَضَانَ؟ قَالَ: إِنْ كُنْتَ صَائِمًا بَعْدَ رَمَضَان فَصُمْ المُحَرَّمَ, فَإِنَّهُ شَهْرُ اللهِ, فِيْهِ يَوْمٌ تَابَ فِيْهِ عَلَى قَومٍ وَيَتُوبُ عَلَى قَومٍ آخَرِيْنَ

Seorang pria datang kepada Nabi Muhammad saw. dan bertanya: "pada bulan apakah Rasulullah memerintahkan saya berpuasa setelah Ramadan" Beliau Menjawab: "Apabila engkau (ingin) berpuasa setelah Ramadan, berpuasalah pada bulan Muharram, sesungguhnya bulan itu bulan Allah, didalamnya ada hari dimana Allah menerima taubat suatu kaum dan akan menerima taubat kaum-kaum yang lain (yaitu hari Asyura ).

Apabila datang hari Asyura , hari yang istimewa itu, hendaklah kita gunakan kesempatan sebaik-baiknya dengan pelaksanaan tuntunan dan anjuran Nabi Muhammad saw serta ajakan para ulama ahlussunnah wal jamaah agar kita mendapatkan pahala dan keutamaan dalam kehidupan dunia yang sementara ini dan di akhirat yang kekal abadi dengan ridla dan rahmat Allah .

Nabi Muhammad saw pada hari Asyura melakukan puasa dan menganjurkan serta memerintahkannya sebagaimana riwayat al Turmudzi dari Ibn Abbas:
أَمَرَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِصَومِ عَاشُوراءَ يَومَ العَاشِرِ

Rasulullah memerintahkan puasa Asyura pada hari kesepuluh (muharram)

Al Imam Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan Al Turmudzi meriwayatkan pula dari Sayidah Aisyah ra.:
كاَنَ يَومُ عَاشُورَاء تَصُومُهُ قُرَيْشٌ فِى الجَاهِلِيَّةِ وَكَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ و آلِهِ وَسَلَّمَ يَصُومُهُ فِى الجَاهِلِيَّةِ. فَلَمَّ قَدِمَ المَدِيْنَةَ صَامَهُ وَأَمَرَ بَصِيَامِهِ, فَلَمَّ فُرِضَ رَمَضَانَ تَرَكَ يَومَ عَاشُرَاءَ, فَمَنْ شَاءَ صَامَهُ وَمَنْ شَاءَ تَرَكَهُ

Dahulu orang Quraisy pada masa jahiliyyah berpuasa pada hari Asyura . Pada masa jahiliyyah Rasulullah (juga) berpuasa Asyura . Ketika masuk Madinah, Rasullah berpuasa Asyura dan memerintahkan berpuasa Asyura . Kemudian ketika puasa Ramadan diwajibkan, Rasulullah meninggalkan puasa Asyura . Maka barangsiapa berkehendak, dia berpuasa dan baragsiapa berkehendak, dia meninggalkannya.

Al Imam Bukhari, Muslim, Abu Dawud meriwayatkan dari Ibn Abbas:
قَدِمَ النَّبِّيُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ المَدِيْنَةَ فَرَأَى اليَهُودَ تَصُومُ عَاشُرَاءَ فَقَالَ لَهُمْ : مَاهَذَا؟ قَالُوا: هَذَا يَومٌ صَالِحٌ, هَذَا يَومٌ نَجَّى اللهُ بَنِى إِسْرَائِيْلَ مِنْ عَدُوِّهِمْ فَصَامَهُ مُوسَى, قَالَ : فَإِنَّا أَحَقُّ بِمُوسَى مِنْكُمْ فَصَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ.

Ketika Nabi Muhammad datang di Madinah, beliau melihat kaum Yahudi berpuasa pada hari Asyura , maka beliau bertanya :"Apa ini?" mereka menjawab:"Ini hari baik, ini adalah hari dimana Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuh mereka, maka berpuasalah Nabi Musa". Nabi bersabda: "Maka akulah lebih berhak dengan Musa dari kalian, kemudian beliau berpuasa dan memerintahkan untuk berpuasa Asyura .

Al Imam Bukhari, Muslim meriwayatkan dari Abu Musa ra, ia berkata:
كاَنَ أَهْلُ خَيْبَرْ يَصُومُونَ يَومَ عَاشُورَاءَ وَيَتَّخِدُونَهُ عِيْدًا وَيَلْبِسُونَ نِسَاءَهُمْ فِيْهِ حُلِّيَّهُمْ وَشَارَتَهُمْ. فَقَالَ رَسُولُ اللهَِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ : فَصُومُوهُ أَنْتُمْ.

Dahulu penduduk khaibar berpuasa hari Asyura dan mereka menjadikannya hari raya serta memaikan istri-istri mereka perhiasan-perhiasan mereka dan tanda-tanda keindahan mereka, lalu bersabda Rasulullah SAW : maka berpuasalah kalian.

Dari keutamaan puasa Asyura itu, Rasulullah SAW memerintahkan seorang pria untuk mengadakan pengumuman dan seruan pada hari penting itu disekitar kota Madinah, sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Albukhoriy, Muslim dan Annasaiy dari Salamah bin Akwa" r.a. ia berkata:
أمر النبي صلى الله عليه واله وسلم رجلا من أسلم أن أذن في الناس أن من كان أكل فليصم بقية يومه, ومن لم يكن يأكل فليصم, فإن اليوم يوم عاشوراء.

Nabi Muhammad s.a.w. telah memerintahkan seorang pria dari suku Aslam, harap umumkanlah pada orang-orang itu bahwa siapa yang telah makan, maka hendaklah puasa (merupa orang puasa) pada sisa harinya dan siapa yang belum makan, maka hendaklah berpuasa, karena sesungguhnya hari ini hari Asyura .

Demikian juga sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Albukhoriy dan Muslim dari Rubaiyi' binti Mu'awwith r.a. ia berkata:
أرسل رسول الله صلى الله عليه واله وسلم غداة عاشُوراء إلى قرى الأنصار التي حول المدينة : من كان أصبح صائما فليتم صومه, ومن كان أصبح مفطرا فليتم بقية يومه. فكنّا بعد ذلك نصومه ونصوم صبياننا الصغار منهم إن شاء الله ونذهب الى المسجد فنجعل لهم اللعبة من العهن, فإذا بكى أحدهم على الطعام أعطيناها إياه إلى الإفطار.

Rasulullah s.a.w. mengutus pada hari pagi Asyura ke desa-desa Al-ansor yang terletak di sekitar Madinah. Siapa yang berada pagi-pagi puasa maka hendaklah menyempurnakan puasanya dan siapa yang berada pagi-pagi tidak puasa, maka hendaklah menyempurnakan sisa harinya (sebagaimana orang puasa), maka kita dahulu setelah itu memuasainya dan memuasakan anak-anak mereka insya Allah dan kita pergi ke masjid lalu kita membuatkan mereka permainan dari kapas, apabila salah satu dari mereka menangis meminta makanan, kita berikan mainan itu hingga waktu berbuka tiba.

Rasulullah SAW sangat memperhatikan dan mengutamakan adanya puasa Asyura sebagaimana yang tela diriwayatkan oleh Al Bukhory dan Muslim:
وقال ابن عباس رضى الله عنه : ما رايت رسول الله صلى الله عليه واله وسلم يتحرى صيام يوم فضله على غيره إلا هذا اليوم يوم عاشوراء, وهذا الشهر شهر رمضان.

Ibnu Abbas berkata : saya tidak melihat Rasulullah memperhatikan suatu puasa yang beliau utamakan dari lainnya selain puasa pada hari ini yakni hari Asyura dan puas pada bulan ini yakni bulan Ramadan.

Disamping kita berpuasa pada tanggal sepuluh muharram (Asyura'), hendaklah kita juga berpuasa pada tanggal sembilannya (tasu'a) dan tanggal sebelasnya, karena ada beberapa hadist Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Muslim dan Abu Dawud dari Ibnu Abbas r.a.
صام رسول الله صلى الله عليه واله وسلم يوم عاشوراء وأمر بصيامه , قالوا : يا رسول الله إنه يوم تعظمه اليهود والنصارى, قال : فإذا كان العام المقبل إن شاء الله صمنا اليوم التاسع, فلم يأت العام المقبل حتى توفي رسول الله صلى الله عليه واله وسلم.

Rasulullah SAW berpuasa pada hari Asyura dan memerintahkan untuk memuasainya. Sahabat berkata : Ya Rasulullah, sesungguhnya itu adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang yahudi dan orang-orang nasrani. Beliau bersabda : tahun depan jika kita masih bisa menjumpainya Insya Allah kita berpuasa pada hari tasu'a. Lalu tidak datang tahun berikutnya hingga wafat Rasulullah SAW.

Dan sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal dari Ibnu Abbas:
قال رسول الله صلى الله عليه واله وسلم : صوموا يوم عاشوراء وخالفوا اليهود, وصواموا قبله يوما وبعده يوما.

Rasulullah SAW bersabda : Puasalah kalian pada hari Asyura , bedakanlah dengan orang-orang yahudi, berpuasalah satu hari sebelum dan sesudahnya.

Demikian Rasulullah SAW menunjukkan keutamaannya disamping pahalanya besok di hari akhirat sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Imam Muslim, Abu Dawud, At Turmudzi dan An Nasa'i dari Qotadah r.a bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:
صيام يوم عاشوراء إنى أحتسب على الله أن يكفر السنة التى قبله.

Puasa hari Asyura , sungguh aku berharap kepada Allah untuk melebur dosa tahun yang lalu.

Telah diriwayatkan juga oleh Imam Muslim dari Abi Qotadah r.a bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya tentang puasa Asyura , beliau menjawab
يكفر السنة الماضية

dosa-dosa setahun yang lalu.

Dosa-dosa yang terlebur karena amal-amal ibadah itu adalah dosa-dosa kecil, adapun dosa-dosa besar, harus melalui taubat dengan mengikuti syarat-syaratnya. Termasuk apa yang hendaknya kita lakukan pada hari Asyura , ialah memperluas belanja rumah tangga, sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh At Tobarony dan Al Baihaqy dari Abu Said Al Khudry r.a dari Nabi Muhammad SAW.
من وسع على عياله فى يوم عاشوراء وسع الله عليه فى سنة كلها

yang meluaskan belanja bagi keluarganya pada hari Asyura niscaya Allah meluaskan baginya dalam setahun sepenuhnya.

Pada masa Imam Syafi'i ada seorang ulama besar yang bernama Al Imam Sufyan bin Uyainah r.a
جربنا العمل بهذا الحديث خمسين أو ستين سنة فوجدنا كذالك.

telah mengalami dengan ini hadist lima puluh tahun atau enam puluh tahun maka kami mendapatkannya yang demikian itu nyata.

Menambah uang belanja dan bersodaqah kepada keluarga ialah untuk kepentingan rumah tangga dengan cara-cara yang sesuai dengan hukum syar'iy. Perluaslah shadaqah pada kaum fakir miskin serta berilah santunan pada anak-anak yatim, disamping kita memperbanyak amal-amal ibadat yang lain, gunakan pula kesempatan sebaik-baiknya untuk taqarub.

Terpenting, gerakkanlah upacara pembacaan doa Asyura yang telah dirintis oleh ulama-ulama ahlussunnah wal jamaah demi kepentingan, kemaslahatan dan keselamatan kita serta keberkahan umur dan hayat kita masing-masing di dalam dunia yang sementara ini dan terutama di dalam akhirat yang kekal abadi dengan ridlo, rahmat Allah serta syafaat Nabi Muhammad.