translate language

Minggu, 20 September 2009

ULAMA DAN IBLIS

Terdapat seorang ulama yang memiliki keteguhan untuk mencapai cinta Allah. Setiap harinya ia tak pernah meninggalkan shalat malam di masjid. Beliau selalu hadir di masjid tiga jam sebelum adzan subuh diserukan. Suatu hari hujan deras turun membasahi desa beliau hingga tiba waktu malam.

Desanya yang belum di aspal, mengakibatkan tanah menjadi becek dan sangat licin. Namun keadaan itu tak mematahkan semangat ulama itu untuk shalat malam di masjid.

Seperti biasa, beliau tetap memilih pakaian yang bersih dan berangkat ke masjid. Di tengah perjalanan beliau tergelincir, hingga baju yang dikenakannya berlumuran tanah. Maka beliaupun pulang kembali ke rumahnya, membersihkan badan, mengganti bajunya, lalu kembali lagi keluar ke arah masjid. Namun di tengah perjalanan ia tergelincir lagi untuk kedua kalinya, hingga baju yang baru dikenakannya tadi pun kotor pula.

Dengan sabar beliau kembali pulang ke rumahnya, membersihkan badan, mengganti bajunya, lalu kembali lagi ke arah masjid. Ia berjalan dengan sangat berhati-hati, tetapi Allah berkehendak yang lain. Ketika masjid sudah terlihat oleh kedua matanya. Ia tergelincir untuk ketiga kalinya. Namun sebelum bajunya terkotori oleh tanah, tiba-tiba muncul seorang pemuda yang dengan cepat menahan tubuhnya hingga ia pun selamat.

Beliau berterima kasih kepada pemuda itu, mendoakannya dan berkata, “Wahai anak muda, siapakah kamu?” Pemuda itu menjawab, “Aku adalah Iblis!”

Mendengar jawaban itu ia sangat terkejut. “Sejak kapan Iblis membantu orang yang pergi ke masjid?” Kata beliau. Iblis pun menjawab, “Engkau tak melihat apa yang aku lihat.” “Maksudmu?” Tanya ulama. Iblis menjawab lagi, “Ketika pertama kali kau terjatuh, Allah mengampuni dosa-dosamu seluruhnya, karena kesabaranmu.’ ‘Lalu ketika kau terjatuh kedua kalinya, Allah mengampuni dosa keluarga dan seluruh kerabatmu.’ ‘Maka aku takut jika kau terjatuh untuk ketiga kalinya, Allah akan mengampuni dosa-dosa umat Islam sedunia karena kesabaranmu, dan itu akan menggagalkan usaha yang selama ini telah aku bina.’ ‘Maka sebelum itu terjadi, segera kutahan tubuhmu.”

Tidak ada komentar: